Jumat, 08 Juli 2016

SENDIRI

Aku kembali
Pada sepi menua
Di penghujung senja

Biduk terus terkayuh
Badai terus menggelora
Pulau masih fatamorgana

Hidup ternyata sendiri
Mencari bekal diri
Untuk kehidupan abadi

Lantas, di mana mereka nanti?


Klender, 8 Juli 2016
#puisiyudhiajha

Jumat, 25 September 2015

misteri

kau datang aku tak mengerti kau singgah aku tak mengerti kau pergi pun aku tsk mengerti Klender, 26 September 2015

Jumat, 07 Agustus 2015

STASIUN


Kau datang Usap peluh lelahmu Menunggu arah pulang Atau pergimu Kujajakan senyum Hambar kau balas Ah, sesibuk inikah wajah-wajah di stasiun Sebentar kemudian aku termangu Kemana arah jalan pulang Klender, Agustus 2015

SEKETIKA RINDU MENDERA


Kubawa resah bersama hujan dan biarkan di amuk segala Sebab rindu sudah berterbangan dibawa angin senja ini Apalah lagi yang tergapai karena kekasih mengukir kenang dalam sekian ribu waktu tanpa sisa apapun Seketika rindu mendera berlalulah wewangian dalam semusim Hanya bayang keabadian mengusik jiwa.... Klender, Agustus 2015

Kamis, 23 Juli 2015

SEKETIKA KULELAH

Kusandari senja yang melembayung melepas kenang dengan segala penat selembar puisi terlipat Kuselipkan saja dalam saku Klender, 24 Juli 2015

Selasa, 21 Juli 2015

Riung Rindu

Berdiri di antara senja kutatap wajahmu yang jatuh berpendaran di riung rindu Kubawa sejumput sunyi agar malam menghangatkannya nanti Kau melayang melintasi waktu Rembulan merah tergesa bangkit Panahkan dadaku berdesingan Di sini aku di gigir rindu Yang tiada pernah bertepi.... Klender, 21 Juli 2015

Rabu, 03 April 2013

jadi errot deh....

Waduh, koq jadi errot nih...eh maksudnya: error!

Tapi ga papa deh, sekarang ini emang banyak yang error. Mulai dari harga bawang sampai ketua partai.

Iya loh, kenaikan harga bawang dan disusul harga cabai benar-benar error. Error Market! Ga tau siapa eh apa penyebabnya, yang pasti sih petani tetap aja ga kebagian nikmatin harga yang melambung itu.

Lalu apa kaitannya dengan partai? Nah ini, nih. Kayaknya ini sejarah baru kalau ada dewan pembina partai terpilih menjadi ketua umum partai. Sementara para menteri dari berbagai partai diimbau untuk tetap fokus pada masalah pemerintahan.

Ga tau juga sih ada apa di balik semua itu. Hanya saja ada sesuatu yang ganjil; ketika himbauan itu dilontarkan justru menjadi contoh sendiri bagi menteri dari berbagai anggota partai lainnya.

Aduh...kayaknya sih ada yang errot...eh error nih.
:-)

Jakarta, 3 April 2013

Jumat, 08 Maret 2013

"Komunitas Pecinta Novel, Cerpen, Puisi dan Sastra Indonesia "


Jika Anda hobi menulis Novel, Cerpen, Puisi, atau Artikel tentang Sastra Indonesia, silahkan bergabung bersama kami di dalam group komunitas sastra di facebook. Sudah banyak teman-teman Anda bergabung di sana. Mereka dari berbagai kalangan dan lapisan masyarakat pecinta Sastra. Di sana kita dapat berbagi ilmu dan pengetahuan di bidang sastra. Jika Anda adalah penulis senior atau ternama, tentunya Anda bisa dan sudi menularkan kebisaan Anda dengan memberi pengarahan atau pelajaran bagi teman-teman kita yang sedang dalam berproses menjadi seorang penulis, baik puisi atau cerpen. "Ilmu yang bermanfaat bagi orang banyak adalah sebaik-baiknya ilmu yang dimiliki seseorang!" Salam kreatif dari kami Admin group

Rabu, 06 Maret 2013

Ke Monas

"Kemana kemana kita pergi kemana
mencari hiburan di malam Minggu ini

Mencari mencari hiburan malam ini
jangan jauh jauh kita ke Monas saja

Ada apakah kiranya di Monas
hingga kau mengajakku pergi ke sana

Apakah engkau rupanya belum tahu
ada air mancur pandai berjogt....."


Itulah penggalan syair lagu dangdut Rhoma Irama bersama Hj. Elvie Sukaesih tiga pulu tahun silam lebih.

Namun "Monas" kembali mencuat ke pemukaan ketika politisi muda dari Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, siap di gantung di Monas bila terbukti ia terlibat mega proyek Hambalang.

KPK menyatakan bahwa Anas Urbaningrum, serta beberapa kader Demokrat lainnya, menjadi tersangka kasus korupsi tersebut. Tidak saja media pers, masyarakat pun ramai membicarakan mantan ketua umum HMI itu. Terlebih dengan janji Anas sendiri bahwa dia siap di gantung di Monas bila terlibat kasus Hambalang.

Monumen Nasional yang terletak di Jakarta, menjadi ikon negara Indonesia ini. Bila Anda ke Jakarta tanpa melihat Monas rasanya kurang afdol!

7 Maret 2013



Kau Tancapkan Ujung Cintamu

:

aku terkapar
penuh lubang
bersimbah darah
kau tancapkan
ujungujung cintamu
tersiksa
rindu !


kepada E, unidar ambon

klender, 7 maeet 2013

SEMALAM AKUBERMIMPI

semalam
aku mimpi lagi
mengarungi ribuan rasa
terbang melintasi angkasa
bersama bidadari
bercumbu mesra
ah...
celanaku basah lagi
mimpi sirna
kusegera mandi
keramas
untuk bermimpi lagi
bere
bersama bidadari



Klender, 7 maret 2013

PERCIK

sepercik rasa
sejukkan hati
senyummu

lenaku
hanyut
buaian
angan
asmara

diammu
sentak
diri
hilang

plas !


tergugu
bisu
ragu
rindu

percik
air
mu
basah
hati





Klender, 7 Maret 2013

Segenggam bara

api ini telah membesar
dada semakin terbakar
sulit dipadamkan
aku terbakar
api cinta
kemana langkah
selalu menggenggam bara



Klender, 7 maret 2013

Segenggam bara

api ini telah membesar
dada semakin terbakar
sulit dipadamkan
aku terbakar
api cinta
kemana langkah
selalu menggenggam bara



Klender, 7 maret 2013

Kamis, 28 Februari 2013

Rabu, 03 Oktober 2012

NYANYIAN RINDU

Kudengar senandung kumbang yang menuju taman bunga,
riang dengan penuh bahagia dan pengharapan menghisap sarimadunya.
Berterbangan diantara angin segar pagi yang maih berembun.

Bunga yang tersenyum telah menebar aromanya kesegenap sudut taman,
dan melewati ilalang hingga mengundang kumbang-kumbang berdatangan.

Satu satu kumbang mengelilingi bunga tanpa rasa resah,
terpesona kecantikannya.
Berharap dapat menyunting dikau bunga pujaan.

Aku terdiam...
menahan rasa pedih
karna bunga itu tak hanya menebar aromanya kepada diriku saja.
Aku terlempar penuh kecewa!

Tinggallah kini kudengar nyanyian bunga yang menyakitkan hati.
Aku terluka !

Nyanyian Bunga yang tebawa angin, menambah aroma kepedihan pada diriku........


jatinegara kaum | 3/10-2012 ***

PUISI RINDU UNTUK ERNA

Gerimis yang turun disenja tadi telah menyisakan sbuah rasa,
rasa yang selama ini begitu menghimpit jiwa
dan begitu menyiksa hari-hari yang berlalu penuh kegalauan.

Rinai hujan tadi telah menggenangi relung-relung hati,
hingga diri terlelap dalam kerinduan yang mengigilkan seluruh sum-sum tulang-belulangku.

Aku kedinginan setelah rinai hujan membasahi jiwa ini, dan senja ini benar-benar aku tak berdaya oleh rasa rindu kepadamu, Anak Manis.

Tak pernah kutahu tentang rasa rindu dihatimu...

Tak pernah kutahu tentang rasa cinta direlung kalbumu...

Tak pernah kutahu tentang rasa sayang pada dirimu....

Aku hanyalah dapat mendengar suara
melihat tulisan
merasakan getar,
namun tak pernah kutahu tentang perasaanmu kepada diriku.

Aku bagai awan melayang tanpa arah,
bagai bunga rumput terbawa angin,
bagai ilalang mengering,
bagai bunga perdu diantara belukar,
bagai ranting ranggas,
bagai sebatang pohon yang mengeropos.....

Aku adalah lelaki yang mencintaimu dngan sisa-sisa cinta dan hidup yang mulai rapuh.
****